Wanita dan Kecantikan: Dua Sisi yang Tidak Akan Bisa Dipisahkan

Diposting pada

Wanita dan kecantikan laksana dua sisi mata duit yang tidak bisa terpisahkan. Ada tidak sedikit kategori cantik menurut keterangan dari selera masing-masing. Entah itu disaksikan dari style fashion, dandanannya yang rapi, tubuhnya yang tinggi, dan lainnya.

Secara terminologi, cantik ialah suatu urusan yang mengasyikkan secara estetika. Nilai keelokan wanita dapat juga didapat dari rasio ideal. Sederhananya, antara kanan, kiri, atas, dan bawah wajah seseorang dinamakan dengan istilah Golden Ratio. Istilah itu datang dari orang-orang Yunani.

Alasan Kenapa Wanita dan Kecantikan Tidak Bisa Dipisahkan
Wanita dan Kecantikan: Dua Sisi yang Tidak Akan Bisa Dipisahkan – Photo Jeng Susan

Menilai Kecantikan Dari Sudut Pandang Pria dan Wanita

Berdasarkan keterangan dari sebuah penelitian, dari 10 lelaki dan wanita, rata-rata menuliskan bahwa cantik ialah memiliki jasmani manis, ayu (tidak berjerawat dan mulus) dan berbadan ideal. Penilaiannya condong ke format fisik seorang model. Namun, urusan itu tergantung pada selera atau style dari orang yang menilainya.

Berdasarkan keterangan dari mantan feature and beauty editor, Hanna, menuliskan bahwa seseorang yang cantik mesti ditopang dengan sejumlah hal lain. Misalnya laksana attitude, personality, dan inner beauty. Intinya, menurut keterangan dari Hanna tidak mengedepankan penampilan jasmani semata.

Alasan Kenapa Wanita Mengejar Kecantikan

Hampir masing-masing wanita hendak tampil cantik secara maksimal. Mereka ingin melakukan sekian banyak cara guna mendapatkannya. Hal tersebut telah membudaya dan mengakar serta terbentuk sekitar ribuan tahun yang lalu. Sehingga, menyusun belief pada semua perempuan. Itulah salah satu dalil kenapa wanita hendak selalu tampil cantik sempurna.

Alasan itu dipaparkan langsung oleh seorang psikolog, Efnie Indriani M.Psi. Bahkan menurutnya, andai wanita menemukan pujian dan komentar cantik, urusan itu akan menjadi self confident. Penilaian dan komentar tersebut tergolong belief keelokan mereka.

Berdasarkan keterangan dari Efnie, andai sesuatu sudah menjadi belief, tergolong bahwa perempuan harus tampil sempurna, maka bakal menjadi dorongan. Dorongan itu akan terus bergejolak di alam bawah sadarnya. Itulah yang menjadi motor penggerak mengapa wanita selalu hendak tampil cantik.

Demikian ulasan mengenai wanita dan kecantikan. Kami ulas secara ringkas dan padat menurut keterangan dari pandangan psikolog. Dari benang merah di atas, ternyata cantik jasmani saja tidaklah cukup. Wanita perlu membina attitude, inner beauty, dan personality yang baik.