Tumpeng nasi kuning yang lezat

Diposting pada

0Tumpeng nasi kuning adalah kekayaan kuliner buah karya dan kreasi leluhur kita yang sudah di wariskan secara turun temurun, sangat umum pada hadirkan bahkan untuk berbagai macam acara penyajian dari nasi kuning bisa jadi tumpeng nasi kuning lezat. Lebih dari itu nasi tumpeng kuning tersebut adalah makanan yang super yang seringkali ada dalam berbagai acara, termasuk acara syukuran atau peresmian acara kantor dan berbagai jenis kegiatan.

Bahan utama yang digunakan yaitu beras yang dimasak dengan santan dan kunyit dengan tambahan rempah-rempah pilihan sehingga racikan bumbu ini dapat meresesap ke dalam nasi dan membuat menu hidangan ini menjadi istimewa. Inilah yang menyebabkan nasi tumpeng kuning menjadi gurih dan nikmat dibandingkan nasi putih biasa. Bahkan dengan tambahan lauk pauk dan juga sayuran yang dapat menambah nilai gizi dari nasi kuning tumpeng ini lebih enak.

Tumpeng nasi kuning ini menjadi menu yang spesial dikarenakan banyak kreasi yang dapat dibuat oleh anda ketika menyajikan nasi tumpeng kuning. Bentuk dan variasi inilah yang membuat hiasan dari tumpeng nasi kuning beraneka ragam. Anda dapat mencoba dengan ide baru untuk memesan kreasi nasi tumpeng kuning

Sejak dulu, tumpeng merupakan salah satu sajian wajib saat syukuran atau upacara adat. Terutama di pulau Jawa, tumpeng hampir tak pernah absen dalam acara peresmian gedung, rumah baru, ulang tahun, kelahiran anak, hingga malam tirakatan pada hari Kemerdekaan. Tumpeng sendiri biasanya terbuat dari nasi kuning yang dicetak membentuk kerucuk yang diletakkan di atas tampah bambu lalu disajikan dengan beragam lauk tradisional seperti ayam goreng, tempe, tahu, ikan teri, urap, dan masih banyak lainnya.
Tak hanya sebagai pelengkap dalam acara syukuran maupun upacara adat, ternyata tumpeng juga sarat akan makna serta doa kepada Yang Maha Kuasa. Menurut pakar kuliner, Arie Parikesit, tumpeng ternyata sudah ada sejak dulu, terutama sebelum masuknya ajaran kepercayaan di Nusantara.

Selain tersebut, bentuk kerucut pada nasi tumpeng merupakan representasi daripada kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak gunung & perbukitan. Pada zaman dulu, gunung dianggap sebagai teritori suci bersemayamnya para Batara dan arwah para zuriah. Sajian tumpeng beserta bermacam-macam lauk biasanya digunakan serupa persembahan atau sesaji utk Dewa atau arwah zuriah. Namun, lambat laun makna tumpeng yang mengerucut mulai dari bergeser sebagai makna daripada harapan agar hidup selamanya sejahtera dan penuh pasokan. “Bentuknya yang segi 3 melambangkan gunung, yang sanding hubungannya dengan sesuatu yang bersifat spiritual. Bentuk segitiga sama sisi juga merupakan hubungan sempang manusia, alam, dan Si Pencipta, ” tambah Arie Parikesit.