gali kubur kabur

3 Penggali Kubur dan Pengemudi Ambulan Kabur, Jenazah Corona Di Tinggal

Diposting pada

Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memberikan ceritanya yang kesusahan menguburkan jenazah yang meninggal dunia karena virus corona atau covid 19.

Diceritakan oleh Nur Ahmad sebagai bupati sidoarjo, tukang penggali kubur yang diawalnya mengiyakan untuk menguburkan jenazah tersebut lalu  tiba-tiba saja kabur melarikan diri karena ketakutan.

Hal itu juga sama dilakukan oleh Driver mobil ambulans yang sempat tidak mau mengantarkan jenazah karena takut tertular virus corona juga.

Bahkan Nur Ahmad Syaifuddin (bupati) hingga harus terjun langsung untuk membantu proses penguburan di pemakaman agar tukang gali kubur tersebut mau membantu untuk memakamamkan jenazah korban virus  corona pada hari Kamis 26 Maret 2020 pagi

Nurrahman juga menjelaskan bahwa sebenarnya lubang makam awalnya sudah selesai di buat oleh 3 orang penggali makam,

tapi mengapa tiba-tiba kuburan makam tersebut ditinggal kabur begitu saja karena ketiganya merasa ketakutan.

Bupati Mengejar Tukang Gali Kubur Sampai Rumah

Hingga Nur Ahmad sampai harus menguber ketiga penggali tanah makam tersebut ke tempat tinggalnya dan langsung memberikan peralatan perlindungan diri agar mau kembali ke lokasi kuburan tersebut.

Akhirnya penguburan jenazah tersebut dilakukan oleh lima orang yaitu bupati Nur Ahmad, 3 petugas penggali makam dan salah satu dokter dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kecamatan Waru Sidoarjo, pemakaman berlangsung  Setelah berhasil meyakinkan penggali kubur.

Penguburan jenazah juga telah dilakukan sesuai standard SOP pemakaman jenazah untuk korban dari virus corona atau covid19, seperti jenazah corona harus dilapisi dengan plastik dan juga jenazah corona ditutup rapat dengan peti.

Sementara yang lainnya seperti petugas pemakaman memakai peralatan pelindungan tubuh yang lengkap tak hanya dengan petugas penggali kuburan.

Bupati Nur Ahmad bercerita bahwa Driver ambulance juga telah menolak saat dimintai untuk mengirim jenazah pasien yang telah positif  virus Corona atau covid 19.

Lantaran kejadian tersebut maka proses penguburan itu akhirnya menjadi terlambat karena seharusnya pemakaman jenazah positif virus corona covid 19 wajib untuk tidak boleh melebihi dari waktu 4 jam lamanya.

gali kubur kabur

kejadian pemakaman jenazah itu diketahui juga turut disebar oleh Bupati Nur Ahmad melalui halaman Facebook punyanya pada hari Kamis 26 Maret 2020 pagi,

 

Dalam cuplikan cerita video itu ia menjelaskan bahwa jenazah yang meninggal dunia adalah jenazah yang berdomisili di Kota Surabaya tetapi dirawat dan tinggal di Sidoarjo.

Baca juga artikel tentang lokasi khusus kuburan corona dengan harga termahal yang ada di indonesia, siapa lagi kalau bukan pemakaman san diego hills yang terkenal itu. Lihat artikelnya di sini SanDiegoHills makam Corona