Mencicipi Getuk Marem, Jajanan Khas Magelang yang Bikin Ketagihan

Diposting pada

Bagi sebagian besar orang jawa pastinya tak asing dengan sebuah penganan yang bernama getuk. Getuk merupakan makanan tradisional Jawa, yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon.

Jajanan ini sangat digemari oleh masyarakat. Selain murah, bahan dasar pembuatan getuk sendiri sangat mudah dicari.

Jajanan ini, sering kita jumpai di pasar-pasar tradisional di pulau Jawa. Biasanya, berbentuk segi empat pipih dan dimakan bersama parutan kelapa.

Namun, di Kota Magelang, kalian akan menemukan getuk yang berbeda dari getuk pada umumnya (getuk yang biasa kita jumpai di pasar tradisional).

Nah, jika kamu jalan-jalan ke Kota Magelang, rasanya kurang afdol apabila kamu melewatkan makanan tradisional ini.

Getuk yang ada di Kota Magelang ini mempunyai tekstur yang sangat lembut dan terasa manis. Hampir mirip seperti dodol, lembut bila dikunyah.

Ada beberapa varian rasa dalam satu iris getuk ini. Selain rasanya yang unik, kudapan ini dinilai rendah lemak, sehingga menjadi sebuah jajanan favorit di kalangan masyarakat.

Salah satu getuk yang populer di Magelang adalah Getuk Marem. Berpusat di jalan Beringin II, Tidar, Magelang.

Getuk marem ini diproduksi dan dipasarkan dan menjadi tujuan para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh dan ingin mencicipi jajanan tradisional tersebut.

Getuk Marem ini, diproduksi menggunakan bahan dasar ketela Khinanti, sebuah ketela yang mempunyai kualitas terbaik.

Selain itu, tempat produksi yang steril dan bersih membuat getuk marem ini menjadi higienis. Puluhan karyawan terlihat sangat terampil pada saat pengolahan getuk-getuk tersebut hingga siap dipasarkan.

Proses Pengolahan Getuk Marem

Getuk marem yang telihat warna-warni tersebut memerlukan sebuah proses pembuatan yang tidak begitu rumit dan terbilang sangat sederhana.

Pertama, puluhan ton ketela pohon dikupas dan dicuci bersih sebelum direbus. Ketela pohon yang menjadi bahan dasar sekaligus bahan utama dari pembuatan getuk adalah ketela pohon pilihan.

Setelah matang, maka ketela-ketela tersebut pun dihaluskan untuk menjadi adonan getuk. Remahan ketela tersebut tak lupa dicampurkan dengan gula yang sudah ditakar ukurannya.

Untuk menghasilkan warna yang berwarna-warni, adonan getuk marem pun dibubuhi sedikit pewarna makanan.

Tak selesai sampai di situ. Adonan getuk tersebut mengalami proses penggilingan menggunakan mesin giling bertenaga diesel. Tujuannya adalah untuk menjadikan adonan tersebut menjadi kalis.

Perlu adanya pengulangan dalam proses penggilingan sebanyak delapan kali. Katanya sih, biar adonan getuk benar-benar lembut dan kenyal.

Adonan yang sudah menjadi kalis tersebut pun siap untuk di potong kecil-kecil, dicampur dengan varian rasa kemudian dikemas ke dalam kardus dengan tangan-tangan terampil oleh para tenaga ahli.

Bila kamu lihat, tangan-tangan tersebut bagaikan robot yang dengan cepat mengemas potongan getuk dengan plastik kecil dan memasukannya ke dalam kardus. Setelah penuh, kardus ditutup dan siap untuk dipasarkan.

Sejenak saya merasa takjub atas kinerja tenaga ahli tersebut, Seolah tanpa komando dan sebuah program semua dapat terselesaikan dengan baik.

Rampung sudah melihat proses produksinya, saatnya mencicipi potongan getuk-getuk yang sudah tersusun rapi di dalam kardus.

Cita Rasa Getuk Yang Berbeda

Jika kita menemui varian getuk yang ada di pasaran, maka kita akan merasakan rasa singkong yang mendominan.

Kadang sedikit terasa pahit. Maka tak jarang bila, menyantap kudapan tradisional ini harus menggunakan topping gula halus dan parutan kelapa.

Namun, rasa yang berbeda akan kamu temukan pada potongan getuk marem yang terasa legit, manis, harum dan gurih. Kelembutan tekstur adonan getuk pun dapat kamu nikmati pada sekali gigitan.

Membahas mengenai traveling, maka kurang lengkap bila kita melewatkan sebuah kegiatan kuliner dan membeli sebuah oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Getuk-getuk ini, dapat kalian jumpai di sekitar Magelang dan Jogja. Tersebar merata di setiap sudut pusat oleh-oleh.

Untuk harga, kalian tak perlu khawatir, karena setiap kardusnya getuk ini dipatok dengan harga sekitar Rp. 25.000 dengan isi sekitar 15 potong getuk yang dibungkus plastik transparan.

Murah kan? Cocok sekali bila menjadi buah tangan untuk orang-orang tercinta di rumah.

BACA JUGA:

Nasi liwet kekinian di jakarta utara

3 Tempat Nongkrong Populer di Jogja

SUMBER: Hello Semarang