Konveksi Tas Jogja Siap Produksi Tas 17 Agustus

Diposting pada

17 Agustus, hari yang ditetapkan sebagai hari bersejarah bangsa Indonesia, tanggal dibacakannya teks proklamasi oleh bapak Soekarno Hatta.  Menjelang tanggal tersebut ternyata sudah banyak warga Indonesia yang tak sabar untuk menantinya, hal ini terjadi di Kota Yogyakarta. Sebuah kecamatan sudah memasang berdera merah putih di setiap rumah, mereka juga berencana untuk  menyelenggarakan sebuah acara  bertajuk “Mengembalikan karakter bangsa Indonesia dari budaya luar negeri ” di balai desa. Dalam event tersebut banyak agenda yang  disusun, termasuk salah satunya  pembahasan yang disampaikan oleh ketua camat. Dan yang terspesialnya,  akan ada pembagaian tas untuk pemuda-pemuda yang hadir di acara. Tas sejumlah 200 buah yang dipesan di Konveksi Tas Jogja terdekat.

Pengurus dari acara ini, ialah anggota kecamatan yang terdiri dari (sekretaris kecamatan, seksi kesejahteraan sosial, Kasubag Perencanaan dan Keuangan, dan masih banyak lagi) dibantu oleh beberapa pemuda setempat. Untuk dananya diambil dari iuran seluruh warga ditambah dana sponsor rumah makan yang membantu menyediakan catering. Nah menurut salah satu anggota camat saat saya temui. Begini ungkapnya singkat “Acara  itu akan dilangsungkan pada tanggal 18 sampai 20 agustus, tanggal 17nya digunakan untuk bersih desa. lokasinya Di balai desa, namun di sana senjaja tak disediakan kursi, karena kita yakin jumlahnya lebih banyak dari pada yang ditargetkan, kami akan sediakan tikar saja. Untuk tasnya dipesan pake dana kecamatan, kita memilih pesan di Konveksi Tas di Jogja yang kabarnya harganya lebih terjangkau”.

Anggota camat itu juga membeberkan tujuan dari acara bertema “Mengembalikan karakter bangsa Indonesia dari budaya luar negeri ” ini. “Di Indonesia  sekarang ini, bagi saya sudah tak waras.  Hal-hal yang enggak baik malah diangung-agungkan, begitupun sebaliknya. Salah satunya ialah pengaruh budaya luar, terlebih korea. Kita tahulah banyak pemuda yang fanatik dengan korea, entah itu dari boybandnya atau drama-drama romancenya. Hingga tak jarang  timbullah rasa ingin meniru gaya korean, mereka jadi lupa budaya lokal, hingga yang yang paling parah jadi acuh-acuh terhadap permasalahan negeri. Mereka kehilangan karakter, dengan acara ini kita akan mengajak orang tua dan pemuda sekecamatan untuk menghindari hiburan-hiburan yang tak berguna namun pengaruhnya luar biasa itu,”, ucapnya ketika saya wawancarai di salah satu ruang kecamatan. Dia pun juga mengungkapkan “ untuk apresiasi kami, sekaligus untuk meningkatkan semangat 45, kami membagikan 200 tas berlogo “singkirkan budaya luar”  secara gratis, untung saja di Konveksi Tas Jogja bisa memproduksi tas custom,”.