kapak-perimbas

Mengenal Kapak Perimbas, Warisan Manusia Kuno

Diposting pada

Apa itu Kapak Perimbas? Apa sejarah dan asal-usulnya? Apa fungsi anda? Ayo, temukan jawabannya di sini!

Kapak perimbas adalah kapak besar berbentuk tangan yang terbuat dari batu. Kapak ini hanya memiliki satu sisi mata yang tajam dan tidak memiliki pegangan seperti kapak pada umumnya. Kapak yang ditemukan di wilayah Pacitan, Sumatera Selatan, Lampung, Flores dan Bali digunakan untuk berburu, mengumpulkan makanan dan kegiatan lainnya.

Kisah Kapak Perimbas

Penemuan kapak perimbas di Pacitan adalah awal penyelidikan artefak di seluruh kepulauan, seperti Kalianda di Lampung, Lahat di Sumatra Selatan, Cabbege di Sulawesi Selatan, Sembira dan Trunyan di Bali, Batutring di Sumbawa, Awalbangkal di Kalimantan dari Nusa Tenggara Selatan dan Timur.

Karena Pacitan menjadi daerah dengan penemuan kapak Parimbas tertinggi, Heekeren membagi temuannya menjadi tiga jenis, yaitu jenis tali lateral, jenis kura-kura dan jenis besi.

Sumbu lateral dengan tali memiliki bentuk tidak beraturan dan tajam di satu bagian, sedangkan tipe kura-kura memiliki bentuk yang menyerupai nama mereka. Penampilannya bulat dengan permukaan yang sedikit terangkat di bagian atas. Sedangkan jenis besi memiliki penampang cembung dengan chip yang tegas.

Penggunaan Kapak Perimbas

Menurut tingkat sosial, penggunaan kapak perimbas dibagi menjadi empat periode, yaitu periode berburu, periode pengumpulan makanan, periode budidaya dan periode pertukaran.

Selama pencarian untuk kehidupan manusia purba, dia masih nomaden, jadi siklus hidupnya hanya bergantung pada hasil perburuan. Manusia purba yang menggunakannya saat ini antara lain Megantrhopus Paleojavanicus, Pithecantropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, Homo Erectus, dan Homo Sapiens.

Ketika manusia memahami bagaimana cara bertahan hidup dengan berburu, diperlukan alat untuk mendukung kegiatan mereka. Salah satu caranya adalah membuat kapak perimbas. Kapak ini dibuat dengan mengasah batu di satu sisi, sisanya digunakan sebagai pegangan. Untuk melakukan ini, Anda perlu dua batu. Kapak ini, juga dikenal sebagai chopper atau kapak, memiliki dua fungsi.

Fungsi pertama, yaitu taajam, digunakan untuk memotong, membagi atau mengklasifikasikan makanan. Sedangkan fungsi kedua, yaitu bagian tumpul dari cengkeraman berfungsi untuk menghancurkan tanaman, biji atau serat yang berasal dari pohon. Serat-serat pohon kemudian akan diproses atau diubah menjadi pakaian.

Jenis batu yang digunakan untuk membuat kapak cukup mudah ditemukan pada waktu itu. Beberapa jenis yang biasa digunakan, seperti batu kuarsit, basalt kuarsa, dan batu rijiang.

Sebenarnya, fungsi kapak ini masih diperdebatkan. Namun, ada banyak teori yang menyatakan bahwa manusia pertama tidak hanya menggunakan kapak ini untuk berburu, tetapi juga untuk menyerang, memotong, menangkap ikan dan bertahan hidup.

Ada dua teori paling terkenal, yaitu, L. Binfors Theory dan P. Shipman dan R. Potss Theories. Dalam teorinya, Binfors mengatakan bahwa selama era poleolitik manusia belum berburu binatang. Pada saat itu, manusia hanya pemulung, sedangkan yang berburu adalah hewan karnivora, kemudian manusia sebagai pemulung. Singkatnya, kapak perimbas hanya digunakan untuk memotong daging permainan karnivora.

Sementara P. Shipman dan R. Potss dalam teorinya mengklaim bahwa kapak perimbas digunakan oleh manusia pada zaman batu untuk mengumpulkan mangsa karnivora. Hal ini dikuatkan oleh bukti berupa tulang dengan bekas gigi pada sisa-sisa tulang makanan.

Karena itu, informasi kapak perimbas perlu Anda ketahui. Dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kapak perimbas memiliki pengaruh yang kuat selama era poleolitik. Ayo, bagikan juga artikel Tengahviral.com ini!