Jenis Tumpeng Untuk Perayaan

Diposting pada

Tiap dalam perayaan seringkali sama dengan kedatangan nasi tumpeng seperti halnya nasi tumpeng ulang tahun, peresmian, hari raya dan sebagainya. Tahukah Ibu, jika sekarang sebetulnya nasi tumpeng berubah peranan jadi lambang satu perayan, baik itu perayaan keagamaan, tradisi, ulang tahun, sampai menyongsong musim, kedatangan nasi tumpeng belum pernah mangkir.

Walau sebenarnya awalannya, nasi tumpeng dibikin untuk memuliakan gunung jadi tempat bersemayam beberapa arwah leluhur (nenek moyang). Karena tumpeng erat hubungannya dengan kondisi alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi. Walau demikian, dulu serta saat ini kedatangan nasi tumpeng masih sama, yaitu jadi perwujudan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam adat Jawa, warna serta tipe tumpeng mempunyai arti tertentu. Dari sisi historis, dua warna menguasai, putih serta kuning yang ada pada nasi kuning mempunyai jalinan yang erat dengan ajaran Hindu, loh. Warna putih konon dimaknai jadi Dewa Matahari, jadi sumber kehidupan. Sesaat warna kuning, dimaknai jadi simbol peruntungan serta kemakmuran.

Nasi Tumpeng Robyong
Jadi, dahulu tumpeng robyong diberikan untuk acara-acara besar, seperti musim panen, menyingkirkan penyakit atau minta hujan. Meskipun begitu, tipe tumpeng itu digunakan untuk acara siraman, upacara pernikahan atau pemberkataan serta syukuran. Rombyong dalam arti Jawa mempunyai makna bersama-sama. Jadi, tumpeng robyong jadikan jadi lambang serta keinginan supaya banyak tamu yang hadir bersama-sama. Tumpeng ini adalah pernyataan keceriaan serta suka ria.

Umumnya, tidak hanya tumpeng besar warna putih, ada juga intuk-intuk atau tumpeng kecil yang melingkari tumpeng rombyong. Sebab tidak dibarengi hiasan atau lauk pauk, tumpeng kecil itu dinamakan tumpeng gundul. Di sekitar tumpeng robyong ditancapkan sayur-sayuran, hingga kelihatan semarak. Di pucuk tumpeng, umumnya ditusukkantelur ayam, terasi, bawang merah serta cabai. Adapula tiga jenis kembang, yaitu mawar, melati serta kenanga yang membuat penampilan makin meriah. Tidak lupa bubur merah serta putih diberikan jadi pelengkap.

Nasi Tumpeng Pernikahan
Tumpeng pernikahan seperti dengan tumpeng robyong, namun 1/2 sisi nasi tumpengnya dipotong dengan mendatar. Sisi atasnya yang runcing melambangkan lingga (kesuburan), sesaat sisi bawahnya yang lebar melambangkan yoni (kemampuan). Di pucuk tumpeng ditusukkan bawang merah serta cabai. Disamping itu, harus ada lodeh kluwih, jajanan pasar lima warna, takir pontang, dan kacang panjang yang dikepang serta ditempatkan memutari tumpeng. Bukan hanya itu, tumpeng jadi kelihatan semakin mengundang selera dengan disiapkannya urap sayuran serta telur rebus.

Nasi Tumpeng Nasi Kuning
Didalamnya tidak beda jauh dengan ketetapan tumpeng biasanya, tapi umumnya ditambah lagi perkedel, kering-keringan, abon, potongan ketimun, serta dadar rawis. Warna kuning memiliki kandungan makna kekayaan serta kepribadian yang mulia, oleh karena itu tumpeng ini biasa dipakai untuk acara kebahagiaan seperti kelahiran, ulang tahun, khitanan, pertunangan, perkawinan, syukuran serta upacara tolak bala.

Nasi Tumpeng Tumbuk
Tumpeng tumbuk digunakan untuk rayakan ulang tahun, khususnya usia 64 tahun alias tumbuk ageng, mengapa, ya? Nyatanya menurut keyakinan Jawa serta Cina, 8 ialah angka keramat. Jadi 64 yang notabene adalah hasil perkalian 8 serta 8 dipercaya jadi usia yang spesial. Ulang tahun ini dipandang istimewa. Tumpengnyapun dihiasi dengan kepangan kacang panjang dari pucuk ke alas tumpeng, yang melambangkan usia panjang.