jakarta kota kotor

Tingkat Polusi Udara Memburuk, Ini Alasan Julukan Jakarta Kota Kotor di Dunia!

Diposting pada

Sebutan Jakarta kota kotor memang bukan tanpa alasan, hal tersebut disebutkan menurut pantauan web resmi dari airvisual.com, yang mencatat bahwa kota Jakarta adalah kota terkotor ke-2 di dunia. Bahkan menurut aplikasi AirVIsual sebagai pemantau polusi udara, indeks kualitas atau Air Quality Index Jakarta tercatat sebanyak 66,3 ug/m3.

baca juga layanan bersih rumah jakarta

Daerah Penyumbang Udara Kotor di Jakarta

Polusi udara merupakan satu diantara banyaknya permasalahan yang masih belum dapat dituntaskan. Bahkan solusi jangka panjang terhadap kondisi ini tidak juga diselesaikan secara efektif oleh pemerintah, sedangkan jangkauan dan dampaknya semakin hari kian memprihatinkan bagi lingkungan masyarakat. Bahkan Jakarta sendiri disebut-sebut sebagai kota yang polusi udaranya terburuk di dunia. Lalu, daerah-daerah manakah di Jakarta yang ikut menyumbang polusi udara terbesar bagi Ibukota Indonesia ini?

Berdasarkan data dari AirVisual, nilai polusi udara di Jakarta tercatat berdasarkan data yang telah dihimpun oleh 7 alat pengukur yang tersebar di beberapa wilayah di DKI Jakarta, diantaranya tiga dipasang di Jakarta Pusat, satu dipasang di Jakarta Barat, 2 di Jakarta Selatan dan 1 di Jakarta Timur.

Menurut aplikasi tersebut, disebutkan bahwa Jakarta kota paling kotor karena memiliki tingkat polusi udara paling besar di dunia, sementara daerah-daerah yang terpantau di Jakarta dengan kualitas udara terburuk, diantaranya Mangga Dua Selatan. Pejaten Barat, Kedutaan Besar AS Jakarta Selatan, Kemayoran, Kedutaan Besar AS Jakarta Pusat, dan Pegadungan.

baca juga jasa cleaning service jakata

Pejaten Barat ada di posisi tertinggi yang memiliki tingkat polutan mencapai 167 dan tergolong kategori daerah tidak sehat. Sedangkan Mangga Dua Selatan sendiri tercatat memiliki tingkat polutan 166, yang disusul oleh Rawamangun dengan tingkat polutan 165.

Bahkan kedutaan Besar AS yang ada di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat juga termasuk daerah rawan polutan dengan tingkat polusi sebesar 157 dan 158. Berdasarkan aplikasi AirVisual sendiri, kondisi udara buruk yang nilai AQI-nya ada di kisaran 201-300 bisa berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Polusi yang semakin memburuk bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, saluran pernafasan, dan penyakit lainnya. Karena itulah wajar jika julukan Jakarta kota paling kotor di dunia melekat bagi ibukota Negara Republik Indonesia.