Doa Meminta Hujan Turun Ketika Kekeringan Melanda

Diposting pada

Penduduk Indonesia telah diperingatkan akan datangnya musim kekeringan. Beberapan daerah di Tanah Air bahkan diperkirakan akan mengalami kekeringan parah.

Beberapa wilayah di DKI Jakarta bahkan diperkirakn masuk dalam status Awas seperti ditetapkan oleh Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan.

Kala musim kemarau datang, pasokan air dipastikan berkurang. Ancaman gagal panen dan kurangnya air bersih akan dialami beberapa daerah yang mengalami kekeringan parah.

Tidak ada jalan lain mengatasi kekeringan parah ini selain mengupayakan terjaganya pasokan air bersih. Selain itu, kita dianjurkan untuk memberbanyak doa, memohon diturunkannya hujan sebagai rahmat Allah. Dibawah ini bacaan doa meminta hujan agar cepat terkabul :

Doa Minta Hujan

Allahummasqina ghaitsan mughitsan hani’an marī’an ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan da’iman. Allahummasqinal ghaitsa, wa la taj’alna minal qanithin. Allahumma inna bil ‘ibadi wal biladi wal baha’imi wal khalqi minal bala’i wal juhdi wad dhanki ma la nasyku illa ilaika. Allahumma anbit lanaz zar’a, wa adirra lanad dhar’a, wasqina min barakatis sama’i, wa anbit lana min barakatil ardhi. Allahummarfa’ ‘annal jahda wal ju’a wal ‘ura, waksyif ‘annal bala’a ma la yaksyifuhu ghairuka. Allahumma inna nastaghfiruka, innaka kunta ghaffara, fa arsilis sama’a ‘alaina midrara.

Artinya,

” Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan. Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu. Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”

Doa Agar Diberi Keikhlasan Menerima Kenyataan Pahit Maupun Manis
Dream – Banyak dari kita mungkin punya harapan akan sesuatu. Hati merasa gembira saat keinginan sampai terwujud.

Namun tak selamanya harapan tersebut langsung dijawab dalam tempo singkat. Sering kali kenyataan terasa begitu pahit dan menyakitkan .

Yang lebih parah, sebagian orang langsung memvonis kenyataan yang tidak sesuai harapan itu mendatangkan mafshadat atau kerugian bagi dirinya. Diselimuti emosi dan pikiran tak jernih, mereka jadi tidak terima dengan kenyataan yang dihadapi.

Padahal, bisa jadi kenyataan yang diterima merupakan jawaban terbaik baginya.

Tidak sedikit pula yang mengumpat ketika menghadapi kenyataan tak sesuai harapan. Padahal, hal ini sangat tidak dianjurkan dalam Islam.

Doa Kuat Hadapi Kenyataan

 

Ketika berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai harapan, sangat dianjurkan membaca doa dalam hadis riwayat Abu Dawud, An Nasai dan Al Baihaqi. Doa tersebut diajarkan Rasulullah Muhammad SAW agar dibaca para sahabat disertai dengan pengendalian emosi.

Doa kuat menghadapi kenyataan

Hasbiyallahu wa ni’mal wakīl.

Artinya,

” Cukuplah Allah bagiku dan ia sebaik-baik wakil.”

Doa Mengurangi Penderitaan Akibat Penyakit

Dream – Sakit bisa jadi cobaan yang diberikan kepada Allah kepada umatnya. Meski demikian, tak sedikit dari kita yang merasa tidak sanggup menahan penderitaan akibat sebuah penyakit.

Mungkin kita sudah sering mendengar orang berputus asa karena menderita sebuah penyakit yang susah diobati. Banyak di antara mereka bahkan memutuskan bunuh diri.

Jelas itu bukanlah solusi. Dilarang agama. Kita harus bersabar. Terus melakukan ikhtiar berobat. Selain itu juga dianjurkan untuk berdoa meminta kesembuhan dan kekuatan.

Doa Mengurangi Penderitaan Karena Sakit

Ya rabbal awwalina wal aakhririna, wa ya khairal awwaliina wal akhiriina, wa yaa dzal quwwatil matiini, wa yaa rahimal masaaakiina, wa yaa arhamar raahimiina

Artinya,

” Wahai Tuhan yang disembah oleh kaum yang dahulu dan yang terakhir, wahai Sebaik-baiknya yang pertama dan yang terakhir, wahai Pemilik Kekuatan Yang Kokoh, wahai Penyayang kaum Muslim, wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.”

Sumber : waheedbaly.com