Cara Untuk Menyimpan Makanan Berdasarkan 6 Prinsip Higiene dan Sanitasi Makanan

Diposting pada

Penyimpanan makanan adalah suatu aktifitas mengawetkan ataupun menyimpan makanan untuk melindungi makanan dari gangguan gangguan luar yang bisa merusak makanan dan digunakan untuk persiapan guna di konsumsi di waktu tertentu di kemudian hari termasuk pada saat darurat. Selain itu, menyimpan makanan juga bertujuan untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh melalui perantara makanan yang dikonsumsi. Penyimpanan makanan yang baik dapat memmbuat makanan awet untuk jangka waktu tertentu dan terbebas dari zat-zat maupun bakteri yang bisa menyalurkan penyakit ketika di konsumsi manusia.

Berdasarkan 6 prinsip higiene dan sanitasi makanan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penyimpanan bahan makanan merupakan salah satu dari 6 standard tersebut. Dalam prinsip higiene dan sanitasi makanan dari Departemen Kesehatan juga menjelaskan prosedur penyimpanan makanan yang baik. Berikut ini adalah prosedur penyimpanan makanan tersebut:

1. Suhu Penyimpanan Makanan

   Setiap jenis makanan memilikik spesifikasi yang berbeda-beda untuk dilakukan penyimpanan. Hal tersebut sangat tergantung pada seberapa besar dan       seberapa banyak nya kuantitas makanan yang akan disimpan. Jenis makanan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Untuk makanan jenis daging, ikan, udang dan produk olahan lainnya bisa disimpan selama 3 hari pada suhu -50C hingga 00C, dan untuk penyimpanan lebih dari seminggu maka perlu disimpan pada suhu -100C.
  • Untuk makanan jenis telur, susu, dan produk olahannya maka bisa disimpan untuk 3 hari pada suhu -50C hingga 70C, sementara untuk penyimpanan lebih dari 1 minggu maka suhunya diatur pada suhu -50C.
  • Untuk makanan jenis sayuran hanya bisa disimpan paling lama satu minggu pada suhu 70C hingga 100C
  • Untuk makanan jenis tepung, biji-bijian dan umbi-umbian tidak boleh disimpan di dalam pendingin.

2. Tata Cara Penyimpanan Makanan

    Untuk Penyimpanan dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Peralatan Penyimpanan Suhu Rendah:
    • Lemari Pendingin bersuhu 50C hingga 100C untuk menyimpan sayur dan buah
    • Lemari Es (kulkas) bersuhu 10C sampai 40C untuk menyimpan makanan siap saji dan telur

    • Lemari Es (freezer) dengan suhu sekitar -50C untuk menyimpan daging, ikan, dan sejenisnya

    • Kamar Beku yang bersuhu dibawah 200C untuk menyimpan daging dan makanan beku untuk jangka waktu lama

  • Penyimpanan Suhu Kamar

Ruang penyimpanan untuk jenis makanan kering dan makanan olahan yang disimpan pada suhu kamar, maka harus diatur sebagai berikut:

    • Makanan diletakkan pada rak rak yang tidak menempel pada dinding, langit-langit, maupun lantai
    • Makanan harus diletakkan sesuai dengan kelompoknya masing masing dan tidak tercampur satu sama lain
    • Untuk jenis bahan makanan yang mudah tercecer (gula, garam, tepung) maka harus ditempatkan pada wadah agar tidak mengotori lantai.

3. Cara Penyimpanan Makanan

  • Setiap makanan yang akan disimpan diatur ketebalannya agar suhunya merata ke seluruh bagian makanan
  • Setiap makanan disimpan secara terpisah berdasarkan jenis makanannya di dalam wadah masing-masing (baik berupa wadah, kantong plastik, dan sebagainya)
  • Makanan disimpan sedemikian rupa di dalam tempat penyimpanan secara teratur dan tidak terlalu padat agar sirkulasi udara tetap terjaga serta suhu bisa merata ke seluruh bagian makanan
  • Untuk penyimpanan di lemari es maka perlu memperhatikan:
    • Bahan mentah dan makanan siap santap harus terpisah

    • Makanan yang berbau tajam harus terpisah dan disimpan dalam wadah atau kantong yang rapat

    • Makanan yang disimpan untuk 2 atau 3 hari harus segera digunakan

    • Lemari untuk penyimpanan tidak boleh terlalu sering dibuka

  • Untuk penyimpanan di suhu ruangan maka perlu memperhatikan:
    • Ruangan untuk menyimpan harus mempunyai ventilasi cukup, suhu yang sejuk dan udara yang kering
    • Ruangan harus bersih dimana lantai dan dinding tidak boleh lembab
    • Rak berjarak setidaknya 15cm dari dinding dan lantai serta berjarak setidaknya 60m dari langit-langit
    • Rak mudah dibersihkan dan dipindahkan
    • Penyimpanan dan pengambilan sebaiknya menggunakan metode FIFO (First In, First Out) dimana makanan yang disimpan lebih dahulu harus dikeluarkan atau diolah lebih dahulu.

Dari cara diatas maka untuk penyimpanan pada suhu rendah tentunya memerlukan mesin pendingin yang berkualitas agar bisa menjaga suhu tetap terjaga sesuai jenis makanan yang disimpan. Saat ini sudah banyak tempat jual mesin pendingin yang berkualitas dan bisa dibeli baik secara langsung maupun secara online, Sehingga penyimpanan makanan bisa lebih mudah dan tetap mendapatkan makanan yang segar walaupun disimpan dalam waktu yang lama.