Cara Memilih Jenis Pakaian Olahraga yang Tepat dan Nyaman

Diposting pada

Jangan sampai keliru kostum selagi olahraga. Selain tidak nyaman, Anda termasuk menjadi tidak maksimal selagi bergerak. Cek dulu 3 langkah menentukan pakaian olahraga tersebut ini.

Gambar terkait
1. Pilih warna favorit.
Memangnya warna ada hubungannya dengan kenyamanan berolahraga? Tidak. Tapi kenakan pakaian olahraga dengan warna favorit mampu menambah dorongan dan kenyamanan olahraga. Jangan lupa pastikan padu padannya selaras dengan sepatu. Jangan sampai keliru menentukan warna ya, mampu menjadi Anda jadi menjadi pusat perhatian di gym!

2. Pilih bahan pakaian yang mampu menyerap keringat dengan baik dan miliki pori-pori longgar.
Bahan pakaian olahraga yang terbuat dari bahan katun memang mampu menyerap keringat dengan baik namun tidak mampu menguapkannya ulang dengan cepat agar ia bertahan lebih lama pada serat kain dan memicu merasa lebih berat selagi dipakai.

Salah satu semisal jenis pakaian olahraga yang baik adalah kombinasi bahan katun, polyester dan spandex. Kombinasi bahan ini merupakan hasil pengembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi olahraga. Selain mampu mendukung kinerja fisik, kombinasi ketiga bahan ini telah terbukti lebih baik daripada pakaian yang berbahan katun saja. Anda juga bisa lho menggunakan seragam olahraga

3. Pilih pakaian olahraga yang nyaman: ketat atau longgar?
Pastikan pakaian olahraga Anda dikenakan tidak mengganggu kenyamanan di dalam bergerak. Saat mencobanya, gerakkan tangan ke kanan ke kiri, ke bawah ke atas, memutar tubuh dan coba berlari kecil, lalu rasakan apakah pakaian yang Anda kenakan terlalu ketat atau telah nyaman.

Jika terlalu ketat, jangan paksakan untuk memakainya. Selain tidak nyaman, pakaian olahraga terlalu ketat termasuk berpotensi celaka dan membahayakan. Gantilah dengan pakaian lain yang lebih nyaman.

Selonggar apa? Sesuaikan dengan jenis olahraga. Untuk olahraga layaknya berlari dan bersepeda disarankan tidak menggunakan pakaian yang longgar agar terhindar dari cedera. Penggunaan pakaian longgar pada selagi bersepeda mampu menyebabkan risiko celana tersangkut pada pedal.

Para pelari termasuk tidak disarankan menggunakan pakaian longgar gara-gara lari melibatkan gerakan tubuh yang terlalu dinamis, tentu bakal terlalu menyulitkan sekiranya menggunakan pakaian longgar.

Anda senang pakaian olahraga yang ketat? Pilih pakaian yang tidak terlalu ketat pada bagian persendian agar Anda leluasa bergerak, terlebih untuk olahraga yang membutuhkan kelenturan tubuh layaknya pilates atau yoga.

Perhatikan Pemilihan Kain
Salah satu elemen terutama dari pakaian olahraga wanita adalah bahan penyusunnya. Makin baik bahan yang digunakan, semakin baik efeknya membuat kenyamanan tubuh selagi berolahraga. Beberapa wejangan terkait bahan pakaian di bawah ini patut diperhitungkan.

Pakaian berbahan katun
Banyak pakaian olahraga yang terbuat dari bahan katun. Meski mampu menyerap keringat dengan baik, bahan ini tidak mampu menguapkannya ulang dengan cepat agar bertahan lama di di dalam serat pakaian. Hal inilah yang memicu pakaian olahraga berbahan katun bakal merasa berat dan lembap selagi berolahraga. Dengan begitu, bahan ini sesuai sekiranya Anda ingin melakukan olahraga yang tidak terlalu mengeluarkan keringat.

Bahan sintetis
Pakaian olahraga berbahan sintetis umumnya dilengkapi dengan “sumbu” yang mampu mempercepat penguapan keringat langsung dari kulit. Pada umumnya, kain jenis ini mempunyai kandungan polipropilen yang memicu pakaian olahraga tidak sebasah bahan lain meski tubuh mengeluarkan banyak keringat. Bahan ini bisa saja termasuk baik bagi Anda yang melakukan olahraga atau aktifitas lain di mana Anda banyak berkeringat. Namun, bahan ini bisa saja mampu memicu Anda merasa tidak nyaman gara-gara memang yang ditunaikan bahan jenis ini adalah mempercepat penguapan, bukan menyerap keringat.

Bahan plastik dan karet
Baju olahraga wanita yang terbuat dari bahan plastik atau karet sebaiknya dihindari. Kedua bahan tersebut menyulitkan tubuh di dalam beroleh sirkulasi yang ideal. Suhu tubuh menjadi terlalu tinggi gara-gara keringat menjadi tertahan di di dalam tubuh sebagai dampak dari tidak ada sirkulasi.

Pemilihan Baju harus Sesuai
Selain bahan yang dipakai, beberapa hal di bawah ini harus diperhatikan selagi menentukan pakaian olahraga.

Pilih ketat atau longgar?
Pilih pakaian sesuai dengan kepribadian Anda. Apakah ingin mengaburkan bentuk tubuh dengan menentukan pakaian longgar atau justru ingin menonjolkan bagian-bagian tubuh dengan menentukan pakaian yang ketat. Namun, harus diperhatikan agar pakaian tidak terlalu ketat di bagian sendi-sendi. Jangan sampai pergerakan Anda terganggu akibat pakaian yang sempit atau ketat. Baju yang terlalu ketat termasuk berisiko mengganggu aliran darah. Jika anda kesulitan dalam mencari seragam olahraga, hubungi seragam pns

Sesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan
Gunakanlah pakaian sesuai dengan bentuk olahraga yang dilakukan. Hindari kenakan celana panjang selagi bersepeda untuk meminimalkan risiko celana menyangkut pada pedal. Ketika berolahraga yoga atau pilates, menggunakan pakaian yang sangat mungkin Anda mampu bergerak leluasa.

Gunakan termasuk bra spesifik olahraga
Demi keamanan dan kenyamanan, para wanita sebaiknya menggunakan bra spesifik olahraga juga. Hal ini diperlukan manfaat mendukung fleksibilitas dan bantuan pada bagian payudara.

Lengkapi dengan sepatu olahraga yang tepat
Pastikan menentukan sepatu sesuai dengan olahraga yang dilakukan. Pemilihan sepatu yang tepat mutlak manfaat menjaga kaki dari cedera dan menambah kinerja. Walau mempunyai nama ‘sneaker’, ‘trainer’, ataupun ‘tennis shoes, bukan berarti semuanya sesuai untuk berolahraga. Hindarilah sepatu yang kekuatan redamnya rendah agar tidak membahayakan kaki dan tulang selagi meloncat. Pilihlah sepatu sesuai dengan jenis kegiatan olahraga yang dilakukan.

Baju olahraga wanita yang tepat menjadikan kegiatan berolahraga menjadi lebih sehat dan bermanfaat. Lebih baik lagi, kombinasikan olahraga secara teratur dengan diet yang baik dan istirahat yang cukup.