partikel mo bahasa jepang

Bahas Partikel mo Bahasa Jepang Secara Tuntas

Diposting pada

Dalam bahasa Jepang, terdapat berbagai macam partikel yang harus dipelajari oleh para pembelajar bahasa Jepang. Meskipun pada dasarnya orang Jepang sendiri tidak terlalu memusingkan partikel pada saat percakapan sehari-hari, lain lagi dengan mereka yang tengah mengejar ujian kemampuan bahasa Jepang atau belajar literatur bahasa Jepang.

Salah satu partikel yang penting untuk dipelajari adalah partikel mo. Partikel ini jika dibahasa Indonesiakan maka bisa berarti “juga” atau “pun”.

Nah, di artikel kali ini, kami akan membahasnya untuk anda.

Fungsi Partikel mo

Jika partikel mo memiliki arti “juga” atau “pun”, maka itu berarti partikel ini berfungsi untuk menyatakan persamaan terhadap orang yang diajak bicara. Katakanlah objek yang tengah anda ajak bicara tersebut merupakan seorang mahasiswa, dan anda pun secara kebetulan juga seorang mahasiswa. Maka untuk mengekspresikannya bisa menggunakan partikel mo.

Partikel mo sendiri terdiri dari pola yang tersusun rapi, dimana bisa digabungkan dengan partikel wa dan harus ada kopula desu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh kalimatnya, dikutip dari Weihome Gakuen.

Anata wa nihon-jin desu. Watashi mo nihonjin desu.

Mari kita bahas dulu secara perlahan.

  1. Anata artinya kamu
  2. wa merupakan partikel yang bisa kita artikan “adalah”.
  3. nihon-jin artinya orang Jepang.
  4. Watashi artinya saya
  5. desu merupakan kopula untuk membentuk suatu kalimat positif.

Jadi, secara sederhananya kalimat di atas berarti “Kamu adalah orang Jepang. Saya pun adalah orang Jepang”.

Contoh Kalimat dan Pembentukan Pola Kalimat

Untuk membetuk pola kalimat, saya bagikan ke dalam 3 bagian berbeda, yaitu kalimat positif, kalimat negatif, dan kalimat interogatif. Mari kita bahas satu per satu.

Kalimat Positif Partikel mo

Untuk kalimat positif, polanya adalah sebagai berikut:

S + mo + P + desu

Kita masuk ke dalam contoh kalimat saja ya!

Tanaka-san wa Sensei desu. Watashi mo sensei desu.

Yang bisa kita artikan: Tanaka adalah seorang guru. Saya pun adalah seorang guru.

Dalam bahasa Jepang, terdapat sebuah honorifik yang suka disimpan di belakang nama seseorang. Misalnya kata -san setelah nama Tanaka. Itu digunakan agar memberikan kesan sopan kepada seseorang.

Kalimat Negatif Partikel mo

Untuk kalimat negatif, maka polanya bisa dibuat seperti ini:

S + mo + P + dewa arimasen

Kita coba ambil kalimat yang sama seperti di atas:

Tanaka-san wa sensei dewa arimasen. Watashi mo sensei dewa arimasen.

Maka bisa kita artikan seperti ini: Tanaka bukanlah seorang guru. Saya juga bukan seorang guru.

Dewa arimasen merupakan bentuk negatif dari desu, sehingga mempengaruhi semua kalimat yang telah diucapkan. Dengan kata lain, kopula merupakan kunci utama dalam pembentukan kalimat positif, negatif, maupun interogatif.

Kalimat Interogatif Partikel mo

Dalam membuat kalimat interogatif, anda bisa menyusun polanya seperti ini:

S + mo + P + Desu ka

Kita ambil contoh lagi seperti yang di atas:

Watashi wa sensei desu. Tanaka-san mo sensei desu ka?

Seperti namanya, interogatif adalah untuk menanyakan atau mengkonfirmasi status seseorang. Sementara terdapatnya partikel mo di sana menekankan apakah posisi atau statusnya sama dengan kita.

Jika kita artikan maka bisa berarti: Saya adalah seorang guru. Apakah Tanaka juga seorang guru?

desu ka juga merupakan kopula yang terbentuk dari desu dan dewa arimasen.

Nah, cukup di sini dulu penjelasan tentang edukasi kita kali ini. Semoga menambah wawasan teman-teman semua.