5 Hidangan Khas Imlek Yang Umum Ditemui

Diposting pada

Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru China merupakan salah satu perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Tahun baru Imlek dirayakan setiap tanggal 1 bulan pertama pada penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh pada tanggal ke 15 di bulan yang sama ketika bulan purnama. Perayaan Imlek dirayakan oleh berbagai komunitas Tionghoa termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2001. Sama seperti masyarakat Tionghoa di China daratan, perayaan Imlek yang dilakukan etnis Tionghoa di Indonesia biasanya juga berlangsung selama 15 hari. Dalam merayakan tahun baru Imlek tersebut, umumnya etnis Tionghoa mempunyai berbagai tradisi seperti menyalakan kembang api, berkumpul bersama dan menikmati berbagai macam hidangan khas Imlek.

Hidangan khas Imlek biasanya disajikan untuk menghangatkan suasana berkumpul bersama keluarga ketika perayaan Imlek. Selain sebagai pelengkap untuk menghangatkan momen bersama keluarga, beberapa hidangan khas Imlek ternyata memiliki makna tersendiri serta mengandung harapan yang baik di tahun yang baru tersebut. Berikut adalah beberapa hidangan Imlek yang umum disajikan di Indonesia ketika Imlek:

Ikan Bandeng

Ikan Bandeng merupakan salah satu makanan khas yang ada dalam perayaan Imlek khususnya di Indonesia. Ikan bandeng biasanya diolah dengan cara digoreng atau dibakar. Menurut kepercayaan Tionghoa, ikan bandeng mempunyai makna agar bisnis dan pekerjaan semakin lancar di tahun yang baru. Selain itu, dalam menyajikan makanan ini harus mengikuti beberapa aturan seperti kepala ikan harus menghadap ke orang yang dihormati maupun posisi penyajian tidak boleh diubah.

Bebek Panggang

Jenis hidangan favorit ketika merayakan Imlek adalah bebek panggang. Makanan ini merupakan salah satu makanan kebanggaan etnis Tionghoa. Hal tersebut karena hidangan bebek panggang terutama bebek peking merupakan hidangan khusus untuk para raja dan bangsawan. Biasanya hidangan bebek panggang disajikan secara utuh maupun dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Bebek panggang sendiri memiliki arti kemakmuran dan diharapkan yang menyantapnya akan merasakan kemakmuran di tahun yang baru.

Sie Mie

Hidangan mie merupakan salah satu tradisi masyarakat Tionghoa baik di dalam maupun di luar negeri. Maka dari itu, tidak heran diantara kuliner Imlek, salah satu yang paling terkenal adalah Sie Mie atau Changshou Mian yang berarti mie panjang umur. Mie ini memiliki tekstur yang kenyal dan biasanya dimasak dengan bumbu yang gurih sehingga Sie Mie mempunyai cita rasa yang gurih. Makanan ini melambangkan harapan agar diberi umur panjang di tahun yang baru.

Yu Sheng

Salah satu jenis makanan yang selalu ada dalam perayaan Imlek adalah Yu Sheng. Makanan ini merupakan sejenis salad yang biasanya terdiri dari sayuran, buah, hingga suwiran ikan yang disajikan dalam keadaan mentah atau setengah matang. Yu Sheng merupakan perlambangan dari keberuntungan atau hoki. Cara menikmati Yu Sheng tergolong cukup unik yaitu dengan mengaduk Yu Sheng bersama-sama anggota keluarga kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi sebelum dimakan.

Jiaozi

Jiaozi merupakan makanan jenis dimsum yang sering disajikan ketika Imlek. Makanan ini mempunyai bentuk yang mirip dengan siomay atau pangsit. Biasanya jiaozi dibuat dari daging cincang yang dicampur dengan sayuran cincang kemudian dibungkus dengan lembaran yang terbuat dari adonan tepung terigu. Menurut kepercayaan Tionghoa, jiaozi melambangkan rejeki yang melimpah dan kerukunan di dalam keluarga.

Umumnya untuk pengolahan dan penyajian makanan tersebut biasanya menggunakan berbagai macam alat pengolah makanan. Alat-alat tersebut membantu mempermudah proses memasak sehingga menghasilkan makanan yang berkualitas dengan waktu yang lebih efisien. Alat-alat tersebut bisa didapatkan dengan mudah di berbagai toko mesin pengolahan makanan baik secara langsung maupun melalui online.